Ayam atau telur yang terlebih dahulu?

Ayo! mana yang duluan, ayam atau telur?

Ini pertanyaan klasik sekaligus konyol yang – mungkin – hampir semua orang sudah pernah mendengarnya. Tapi, walaupun sudah banyak orang yang mendengar pertanyaan ini, tapi sampai saat ini belum ada jawaban yang tepat dan masuk akal, bahkan sering kali si penanya juga tidak bisa menjawab pertanyaannya sendiri (konyol).

Merasa tertantang, saya mencoba mencari jawaban dari  pertanyaan ini. Ada beberapa jawaban yang saya kira cukup masuk akal (menurut saya), jawaban-jawaban itu adalah :

  1. Mana yang duluan, ayam atau telur? jika kita lihat dari susunan kalimat, maka yang pertama kali sudah pasti ayam baru kemudian telur. Kenapa? karena yang pertama kali disebutkan adalah ayam baru yang kedua telur.
  2. Jika kita lihat secara logika, maka yang terlebih dahulu adalah ayam. Kenapa? karena ayam sudah pasti bertelur dan telur tidak bisa berayam (gendeng). Masuk akal kan?
  3. Sekarang coba kita lihat dari segi ilmu pengetahuan. Jika dalam ilmu pengetahuan jelas Ayam yang lebih dahulu daripada telur. Kenapa? Karena Ayam itu hidup dan berkembang biak sementara telur itu tidak. Mana ada telur bertelur? kalau jeruk makan jeruk banyak (ngelantur).
  4. Untuk jawaban yang terakhir ini saya mengambil pendekatan dari sisi kepercayaan/agama. Kalau tidak salah hampir semua agama mengajarkan bahwa Tuhan itu menciptakan segala sesuatunya berpasang-pasangan, ada siang-malam, terang-gelap dan lain-lain. kalau kita sambungkan ke pertanyaan “duluan mana ayam atau telur?” jawabannya sudah pasti ayam. Kenapa? karena Tuhan menciptakan ayam betina berpasangan dengan ayam jantan, bukan telur betina berpasangan dengan telur jantan. Masuk akal kan?

So, dengan ke empat jawaban dari sisi yang berbeda diatas saya pribadi tidak ragu lagi kalau “ayam” lah jawaban yang tepat untuk pertanyaan klasik ini. Tapi kembali lagi ke basic kalau saya ini hanyalah manusia tempat salah dan dosa. Saya bisa salah dan bisa juga keliru menjawab pertanyaan ini. Bagi siapa saja yang setuju dengan jawaaban saya dan bagi siapa saja yang tidak setuju anda bisa mengatakannya di kolom komentar bersamaan dengan argumentasi anda.